Support us by joining this link

03 January 2016

Rangkuman Materi dan LKS C3.3 Sistem Operasi Jaringan XI TKJ Semester 2

Materi C3.3 Sistem Operasi Jaringan XI TKJ Semester 2  [download versi pdf]

Daftar Isi Kegiatan Belajar
KD 3.8 Memahami manajemen harddisk pada server
1 : Media Penyimpan
2 : Partisi harddisk
3 : Format Harddisk
KD 3.9 Memahami cara melakukan manajemen user dan group pada sistem operasi jaringan
4 : Manajemen User
5 : Manajemen Group
6 : Manajemen Group User
KD 3.10 Memahami cara melakukan manajemen quota user, aplikasi serta kapasitas pada SOJ
7 : Manajemen Kuota
8 : Manajemen Aplikasi
------------------------------------------------------------------------UTS

KD 3.11 Memahami troubleshooting pada sistem operasi jaringan
9 : Troubleshooting system operasi jaringan
10 : Troubleshooting koneksi jaringan
KD 3.12 Memahami cara melakukan konfigurasi DNS Server
11 : Domain Name System (DNS)
12 : Instalasi dan Konfigurasi Server DNS
13 : Pengujian Server DNS
14 : Troubleshooting Server DNS
KD 3.13 Memahami cara melakukan konfigurasi DHCP Server
15 : Dynamic Host Control Protocol (DHCP)
16 : Instalasi dan Konfigurasi Server DHCP
17 : Pengujian Server DHCP
18 : Troubleshooting Server DHCP

------------------------------------------------------------------------UAS

KD 3.8 Memahami manajemen harddisk pada server

1 : Media Penyimpan
·         Instalasi sistem operasi saat ini, khususnya Linux dapat dilakukan pada banyak jenis media penyimpan baik itu harddisk, USB flash drive, floppy disk, CD ROM, DVD ROM, dan solid state drive.
·         Kegiatan yang tercakup dalam pengelolaan media penyimpan ini meliputi.
ü  Pemantauan kapasitas
ü  Perluasan kapasitas
ü  Migrasi media penyimpan
ü  Backup dan recovery
ü  Virtualisasi sistem
ü  Penghapusan data

2 : Partisi harddisk
·         Partisi merupakan proses yang umumnya dilakukan setelah pemformatan tingkat rendah atau sebelum pemformatan logikal. Pada pembuatan partisi ini, harddisk akan dibagi menjadi bagian yang lebih kecil secara logikal sedemikian rupa sehingga user melihatnya seperti harddisk terpisah. Partisi ini sering juga disebut volume atau drive.
·         Terdapat tiga kategori partisi yang ada, yakni partisi primer, extended dan partisi logikal.
·         Secara bawaan aplikasi fdisk telah terinstal sewaktu instalasi Debian. Sedangkan instalasi aplikasi berbasis GUI yaitu parted dan gparted dapat di install dengan menggunakan perintah : apt-get install gparted  atau  apt-get-install parted

3 : Format Harddisk
·         Harddisk merupakan media penyimpan yang digunakan untuk menyimpan file. Agar dapat digunakan secara efektif dan efisien perlu ada penataan terhadap harddisk tersebut. Proses penataan ruang harddisk ini dikenal dengan istilah pemformatan disk (disk formatting).
·         Pemformatan disk secara umum terbagi menjadi dua jenis, yakni pemformatan tingkat rendah (low level formatting/physical formatting) dan pemformatan logikal (high level formatting).
·         Sistem file merupakan suatu sistem yang diterapkan pada suatu partisi atau media penyimpan yang mengatur tentang penyimpanan file pada media/partisi. Sistem ini menjelaskan strukur dan aturan logis informasi pada media.
·         Berikut ini merupakan contoh beberapa sistem file yang telah digunakan:
ü  NTFS merupakan sistem file yang dikembangkan oleh Microsoft dan diperkenalkan pertama kali pada sistem Windows NT 3.1.
ü  FAT merupakan sistem file yang pertama kali dikembangkan oleh Microsoft. Sistem file yang memiliki nama lengkap File Allocation Table ini masih diterapkan pada banyak perangkat sampai saat ini, seperti pada floppy disk, solid-state memory cards, flash memory cards, USB flash drives dan perangkat removeable lainnya.
ü  Ext (Extended File System); Pertama kali dikembangkan oleh Rémy Card, sistem file ini merupakan yang pertama pada sistem operasi Linux. Varian terbaru dari sistem ini adalah ext4. Ext4 mulai diterapkan mulai kernel Linux versi 2.6.
·         Perintah perintah dalam operasi system file
ü  Format; Ini merupakan operasi untuk mendefinisikan sistem file yang akan digunakan pada satu media penyimpan atau partisi.
v  Format perintahnya: mkfs –t tipe partisi
v  Contoh: mkfs   –t   ext4   /dev/sda6
ü  Cek dan perbaikan; Operasi ini berguna untuk memperbaiki kondisi suatu sistem file yang mengalami kerusakan.
v  Format perintahnya: fsck partisi
v  Contoh: fsck /dev/sda6
ü  Mount; Operasi ini perlu dilakukan agar user dapat mengakses file-file yang ada dalam satu partisi.
v  Format perintahnya: mount partisi /lokasi/akses
v  Contoh mount flashdisk:
Ø  mkdir  /mnt/usb1
Ø  mount   /dev/sdb1   /mnt/usb1
ü  Umount; Ini merupakan kebalikan dari operasi mount. Setiap kali sistem akan dimatikan, telah ada prosedur khusus yang akan secara otomatis melakukan umount untuk semua sistem file yang dimount.
v  Format perintahnya: umount partisi
v  Contoh : umount   /dev/sdb1   

KD 3.9 Memahami cara melakukan manajemen user dan group pada sistem operasi jaringan

4 : Manajemen User
·         Hampir semua sistem operasi baru saat ini sudah dikembangkan dengan konsep multiuser dan multitasking, sehingga merupakan hal yang umum apabila dalam setiap komputer akan ada mekanisme identifikasi setiap orang yang akan menggunakannya. Sistem Debian juga mendukung sistem multiuser ini, dimana dalam satu waktu dapat lebih dari satu user yang mengakses sistem ini.
·         Terkait dengan lingkungan multiuser tersebut, pada materi kali ini akan dibahas berbagai teknik pengelolaan yang berkaitan dengan user. Pengelolaan disini meliputi:
ü  Pembuatan user baru
v  useradd  -m  username  contoh   useradd  -m  tkj1
v  adduser  username  contoh   adduser  tkj2
ü  Perubahan data user
v  chfn username; Penggantian data pribadi user seperti nama lengkap, ruangan, telp. kantor, telp. rumah, dan lainnya. Apabila tidak ada perubahan yang dilakukan cukup tekan enter pada setiap entri.
v  passwd username; Penggantian password user. Contoh  passwd  tkj1
ü  Penghapusan user
v  deluser username  contoh  deluser  tkj1
v  deluser --remove-home username
v  deluser --remove-home --backup username
v  userdel  -r  username  contoh  userdel  tkj2
·         Semua data user yang dioleh dalam perintah-perintah diatas oleh sistem Linux tersimpan pada file /etc/passwd dan /etc/shadow. Pengubahan dapat juga dilakukan langsung melalui file-file ini. Namun, harap berhati-hari karena semua user yang ada di sistem juga disimpan pada file yang sama. Apabila tidak, akan dapat berdampak pada sistem.

5 : Manajemen Group
·         Ada banyak file yang dihasilkan di sistem, baik yang dibawa oleh sistem Linux sendiri ataupun file dari user. Akses ke setiap file tersebut perlu adanya pembatasan (pengelompokkan), sehingga dapat menjamin kinerja sistem tetap baik dan data-data sistem/user tetap aman. Pengelompokan hak akses ini oleh Linux diterapkan dengan membuat grup akses. Bukan hanya user, setiap aplikasi server dapat memiliki grupnya sendiri-sendiri. Selain untuk pembatasan akses, grup juga dapat digunakan untuk melakukan klasifikasi user-user yang ada di sistem.
·         Manajemen grup di Linux dapat meliputi kegiatan, seperti
·         penambahan grup baru  à  groupadd namagroup
·         penghapusan grup  à  groupdel namagrup

6 : Manajemen Group User
·         Manajemen grup user merupakan aktivitas yang digunakan untuk mengelola user dalam grup-grup tertentu sesuai hak akses dan kewajibannya. Dalam lingkungan multiuser ini merupakan hal yang wajib dilakukan. Jadi pengelolaan user grup disini adalah kegiatan penempatan user-user dalam grup-grup yang tersedia. Pada sistem Linux, satu user dapat ditempatkan pada lebih dari satu grup dan satu grup dapat memiliki lebih dari satu user. Setiap user di Linux akan ditempatkan ke minimal satu grup, yang umumnya memiliki nama sama dengan username pada saat pembuatan pertama kali. Grup yang namanya sama dengan username ini adalah grup utama dari user tersebut.
·         Pembacaan status grup user  à  groups username  à  groups tkj1
·         Penambahan user ke grup 
ü  usermode -G namagrup username
v   user tersebut hanya akan terdaftar pada grup utama dan grup yang ditentukan tersebut
ü  usermode -a  -G namagrup username
v  menambahkan user tersebut ke grup baru itu, tanpa mengeluarkannya dari grup lainnya yang sudah ada.
·         Selain mangelola user dan group, manajemen ini juga terkait dengan pengeloaan hak akses terhadap file-file yang ada di sistem. Berikut ini merupakan perintah-perintah operasi file yang dapat digunakan untuk mengelola hak akses ini
ü  chmod; Perintah untuk mengubah mode akses dari suatu file atau direktori
v  chmod 754 /home/tkj1/halo.txt
v  chmod -r  755 /home/tkj1
ü  chown; Perintah ini untuk mengganti kepemilikan dari suatu file atau direktori.
v  chown tkj1  /home/tkj1/halo.txt
v  chown -r  tkj1:tkj1  /home/tkj1
ü  chgrp; Perintah ini juga digunakan untuk mengganti grup yang memiliki suatu file atau direktori.
v  chgrp tkj1  /home/tkj1/halo.txt            atau                 chgrp -r  tkj1  /home/tkj1
KD 3.10 Memahami cara melakukan manajemen quota user, aplikasi serta kapasitas pada SOJ

7 : Manajemen Kuota
·         Kuota merupakan salah satu fitur dari sistem operasi Linux. Melalui fitur ini penggunaan media penyimpanan dapat dikelola besarnya untuk tiap user ataupun group yang ada.
·         Fitur ini berguna untuk mengendalikan penggunaan ruang harddisk oleh user. Pembatasan kuota ini dapat diberlakukan untuk tiap filesystem, file atau inodes (metadata file). Jadi, dapat dikatakan bahwa terdapat tiga jenis implementasi kuota pada Linux, yakni blocks quota, file quota dan inodes quota.
·         Dilihat dari pembatasannya, terdapat dua jenis pembatasan yang dapat diberikan, yakni:
ü  Hard limit, digunakan untuk membatasi kuota tanpa ada tolerasi penambahan file sehingga melebihi batas yang ditentukan. Misalnya, jika hard limit di set ke 2 GB, maka user tidak dapat membuat/menambah file lagi apabila kuotanya sudah terpenuhi.
ü  Soft limit, apabila batas ini dilewati maka sistem akan menampilkan pesan peringatan bahwa file yang akan ditambahkan melewati kuota yang telah ditentukan. Namun, file tersebut tetap dapat ditambahkan tapi tetap tidak dapat melewati batas hard limit. Misalnya, apabila kuota soft limit 1 GB telah terpenuhi, maka jika user menambahkan file lagi akan mendapatkan pesan peringatan dan file tetap dapat ditambahkan asal tidak melewati batas hard limit.
·         Implementasi kuota pada sistem Linux terbagi menjadi beberapa tahapan berikut.
ü  Instalasi aplikasi
v  apt-get install quota quotatool

ü  Penentuan kuota user dan group
v  Edit file /etc/fstab dengan editor nano. Tambahkan baris usrquota,grpquota pada baris mounting /home sedemikian sehingga tampak seperti berikut ini à UUID=20277992-ab9c-4beb-b485-1e251adc5bea /home ext4 defaults,usrquota,grpquota 0 2
v  reboot   atau  init 6
v  Jalankan dengan perintah  à quotaon  –p  –a
v  Penentuan kuota user dapat dilakukan menggunakan perintah  à  edquota  -u  kdsurya
v 
v  Simpan perubahan yang dilakukan dengan menekan Ctrl + X diikuti dengan tombol Y. Apabila ingin menerapkan batasan yang sama untuk user lainnya dapat menggunakan perintah berikut  à  edquota –p kdsurya  tkj1
v  Perintah berikut ini dapat digunakan untuk mengetahui status penerapan kuota pada user à repquota –a

ü  Pengujian kuota
v  Login dengan menggunakan user yang telah ditentukan kuotanya.
v  Gunakan perintah berikut untuk membuat file yang melebihi kuota dari user tersebut  à      dd   if=/dev/zero   of=/home/kdsurya/tesfile   bs=1024   count=100000
v  Perintah diatas digunakan untuk membuat file kosong sebesar 100 MB (1024 Byte x 100000). Gambar dibawah ini menunjukkan hasil eksekusinya. Hasilnya memperlihatkan bahwa file tidak dapat dibuat karena besarnya telah melewati batas kuota yang ditentukan.
8 : Manajemen Aplikasi
·         Sebagaimana sistem operasi pada umumnya digunakan sebagai pondasi berjalannya aplikasi-aplikasi user. Aplikasi user disini dapat berupa aplikasi pengolah kata/teks/dokumen, pengolah angka, presentasi dan pemutar musik dan film, dan sebagainya. Aplikasi tersebut akan dapat tetap digunakan selama pengelolaannya dapat dilakukan dengan baik. Manajemen aplikasi disini dapat berupa kegiatan instalasi, penghapusan (uninstalasi), pembaruan (update) dan peningkatan (upgrade).
·         Pada sistem Debian telah tersedia program untuk pengelolaan aplikasi ini baik dalam bentuk CLI ataupun GUI, yakni:
ü  Versi CLI: apt-get (APT, Advanced Packaging Tool) dan aptitude
v  apt-get install zip  à  menginstall aplikasi zip
v  apt-get remove zip  à  menghapus aplikasi zip
v  apt-get --purge  remove zip  à  menghapus aplikasi zip beserta semua file konfigurasinya
v  apt-get update  kemudian  apt-get upgrade  à rangkaian perintah yang perlu dijalankan untuk mengupdate semua aplikasi yang telah terinstal
v  apt-get update  kemudian  apt-get dist-upgrade  à melakukan upgrade sistem operasi ke versi yang lebih baru, misalnya dari Debian 7 (Wheezy) ke Debian 8 (Jessie).
ü  Versi GUI: Synaptic Package Manager dan Gnome Package Kit
v  apt-get install synaptic

·         Manajemen repository; Pada sistem Linux dikenal adanya istilah repositori. Istilah ini digunakan untuk menunjuk ke suatu kumpulan file. File-file disini dapat berupa librari ataupun aplikasi Linux terkait. Melalui repositori itulah para pengguna Linux dapat melakukan instalasi aplikasi. Setiap distro Linux memiliki repositorinya sendiri-sendiri, walaupun ada juga yang dapat menggunakan repositori distro lainnya. Repositori ini sendiri dapat dikatakan sebagai sebuah server file, karena memberikan layanan akses file kepada user Linux. Selain itu repositori juga dapat berupa CD atau DVD.
·         Pengelolaan ini dapat berupa penambahan, perubahan dan penghapusan repositori yang ada.
·         Pada sistem Debian data repositori disimpan dalam file konfigurasi /etc/apt/sources.list.
ü  Repositori resmi, merupakan format yang umum digunakan di sistem Debian saat ini.
v  deb http://http.us.debian.org/debian stable main contrib non-free
ü  Repositori terbatas, saat ini masih digunakan untuk sistem Debian 3 (Sarge) kebawah.
v  deb http://example.org/debian   ./
·         Beberapa perintah terkait repository
ü  apt-cdrom add  à  menambahkan repository dari cd/dvd
ü  apt-get update  à  Jalankan perintah berikut agar repositori yang ditambahkan dapat diadopsi ke sistem Debian di komputer, terutama apabila terdapat update untuk aplikasi



LKS
Tugas KD 3.8
1. Buatlah percobaan menginstall linux debian ke dalam USB flashdisk dan buatlah laporannya.
2. Buatlah percobaan aplikasi partisi di linux debian dan buatlah laporannya.
3. Buatlah percobaan mount flashdisk dan dvd di linux debian dan buatlah laporannya.

Tes Formatif KD 3.8
1.      Jelaskan pengertian dari media penyimpan?
2.      Jenis-jenis media penyimpan apa saja yang dapat digunakan untuk menjalankan sistem operasi khususnya Linux? Tunjukkan beserta contoh sistem Linux yang digunakan!
3.      Apakah yang dimaksud dengan partisi?
4.      Temukanlah alasan-alasan yang dapat digunakan untuk mempartisi suatu harddisk?
5.      Temukanlah kelebihan dan kekurangan dari sistem dengan banyak partisi dalam satu harddisk dengan sistem banyak harddisk?
6.      Temukanlah perbedaan antara partisi primer dan partisi logikal?
7.      Jelaskan apa yang dimaksud dengan sistem file?
8.      Apakah kelebihan dan kekurangan Ext4 dengan NTFS?
9.      Apa yang dimaksud dengan mounting pada sistem file?
10.  Jelaskan bagaimana sistem operasi Linux dapat melakukan mounting otomatis pada saat startup?
11.  Carilah lokasi dari aplikasi mount, umount, mkfs dan fsck pada struktur direktori Linux?




LKS
Tugas KD 3.9
1. Buatlah percobaan membuat, merubah, dan menghapus user di debian dan buatlah laporannya.
2. Buatlah percobaan membuat, dan menghapus group di debian dan buatlah laporannya.
3. Buatlah percobaan merubah hak akses file/directory di debian dan buatlah laporannya.

Tes Formatif KD 3.9
1. Apa yang dimaksud dengan manajemen user pada lingkungan multiuser?
2. Operasi apa saja yang dapat dilakukan terhadap user di sistem Debian?
3. Apakah perbedaan perintah useradd dan adduser?
4. Apakah fungsi perintah
a. whoami 
b. pwd
c. su  -  username
5. Mengapa password diperlukan pada saat pembuatan user?
6. Gambarkanlah apa saja yang mungkin terjadi apabila file /etc/passwd atau /etc/shadow terhapus dari sistem Linux?
7. Berikan alasan keberadaan grup pada sistem multiuser?
8. Jelaskan operasi-operasi apa saja yang terkait dengan manajemen grup?
9. Jelaskanlah kemungkinan untuk melakukan operasi-operasi manajemen grup selain user root?
10. Apa kaitan antara manajemen user dan grup dengan manajemen grup user?
11. Berikanlah penjelasan terkait kemungkinan menambahkan user ke grup yang sama dengan root?
12. Apa yang dapat terjadi kalo seandainya user tkj2 yang ada di grup tkj2 ditambahkan ke grup tkj1 yang didalamnya ada user tkj1?
13. Pada saat menjalankan perintah groups tanpa parameter username ada hasil yang ditampilkan, berikan penjelasan terhadap hasil tersebut?
14. Jelaskan maksud perintah chmod 754 /home/tkj1/halo.txt



LKS
Tugas KD 3.10
1. Buatlah percobaan manajemen kuota user dengan batasan ruang sebesar 200 MB untuk 3 user dan buatlah laporannya.
2. Buatlah percobaan instalasi dan penghapusan aplikasi bind9 dan buatlah laporannya.

Tes Formatif KD 3.10
1. Apa yang dimaksud dengan manajemen kuota user pada sistem operasi?
2. Mengapa perlu melakukan manajemen kuota pada user?
3. Apakah perbedaan antara hard limit dan soft limit?
4. Apa yang dimaksud dengan manajemen aplikasi pada sistem operasi?
5. Jelaskan operasi apa saja yang dapat dilakukan terkait dengan manajemen aplikasi?
6. Apakah perbedaan antara update dan upgrade aplikasi?
7. Mengapa perlu melakukan update/upgrade aplikasi?


2 comments: