Support us by joining this link

30 September 2013

Antara Amarah dan Niat Untuk Mendidik

Sebagai orangtua, seringkali kita menghadapi perilaku anak yang kadang diluar batas. Seringkali juga kita merasa sudah tak sanggup untuk menghadapinya. Pernah suatu ketika, di suatu malam sang anak rewel dan menangis tanpa henti sedangkan kondisi fisik dan phsycis orangtua sudah capek dan lelah. Berbagai upaya sudah dilakukan untuk menenangkan sang buah hati, namun belum berhasil juga.

Di satu titik tertentu, saat hati sudah terlupa, akhirnya perasaan jengkel mencuat dan amarah pun menguasai diri. Dan apa yang terjadi? Mungkin ada yang mencubit "karena jengkel", ada yang cuek "karena capek" dan lain sebagainya.



Saat situasi sudah reda, barulah teringat. Apakah cubit dan cuek tersebut termasuk kategori amarah ataukah berniat mendidik? Hmmm, entahlah. Sungguh sulit memisahkan dan membedakan di saat hati sedang kalut dan fisik juga sedang lelah.

Murid, sebenarnya sama halnya dengan anak kita. Dan ceritanya juga tidak berbeda.
Mungkin hanya satu yang ingin kami sampaikan "Jangan lupa selipkan do'a ketika kita sedang menghukum anak/murid, jangan biarkan amarah menguasai diri kita."

Sekedar berbagi cerita dan pengalaman. CMIIW

2 comments: