Support us by joining this link

09 March 2013

Sulitnya menghilangkan kebiasaan plagiat


Plagiat, satu kata yang cukup menyeramkan jika hal itu dituduhkan dan diarahkan kepada kita. Jika kita masih punya nurani dan etika, tentu kita akan merasa sangat malu akan hal ini. Tapi kenyataannya hal ini masih dianggap wajar dan hal yang biasa terjadi di sekitar kita.

Ambil contoh, seorang mahasiswa yang akan mengerjakan tugas membuat makalah tentang A. Mudah saja, tinggal googling, ketemu, edit, selesai. Contoh lagi, seorang dosen yang membutuhkan referensi untuk bahan mengajar, tinggal googling, ketemu, edit, selesai.

Dari sudut pandang pribadi saya, ada rasa malu jika di dalam makalah atau bahan mengajar terdapat nama asli si pembuat. Malu mengakui bahwa ini bukanlah karya saya. Hmm…benar-benar sikap yang harus di buang jauh-jauh.


Di dunia blog sekarang sudah marak tentang upaya perlindungan hak cipta dan keaslian suatu artikel. Ada yang namanya DMCA. Kemudian untuk artikel yang berbetuk pdf, ada fasilitas untuk mengunci file agar isinya tidak bisa di-copy. Namun serumit apapun bentuk security atau apalah, pasti ada celah. Contohnya untuk membuka proteksi suatu file pdf, di internet sudah banyak tersedia layanan gratis untuk membuka proteksi ini.

Loh, eit, kok malah jadi nulis begini, wah-wah, gak konsisten. Hmm, gimana ya, lanjut deh. Jika anda menemukan dokumen pdf yang terprotek, pergi saja ke web ini (http://www.unlock-pdf.com/). Kemudian upload file yang akan diproses, tunggu beberapa saat, dan, selesai. File anda sudah bisa dicopy-paste.
Bagaimana cara mengetahui bahwa file kita terproteksi? Jika teks di dalam file pdf tersebut tidak bisa di-copy, maka bisa disimpulkan file tersebut ter-protect. Oke. Mudahkan?

WARNING !!!
Jangan lupa untuk tetap mencantumkan nama asli dari si pembuat artikel/makalah/file. Jika diperlukan, kirim email/sms/telpon minta izin ke pemilik.
Bayangkan jika anda mengetahui bahwa karya anda dijiplak dan diakui sebagai karya orang lain. Bagaimana rasanya??? SAKITTTTTTTTTTTTTTT…..So, keep your respect to the others.

Screenshoot file yang terproteksi

Screenshoot file yang tidak terproteksi

No comments:

Post a Comment