Support us by joining this link

Linux Debian 6 :: Installation Notes

Menginstall Linux Debian 6 sangatlah mudah karena semua sudah dipandu oleh wizard yang user friendly. Namun ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan, yaitu:
1. Konfigurasi Lancard
Sebaiknya konfigurasi lancard dilakukan ketika instalasi, karena akan dipandu oleh wizard secara step by step. Karena jika tidak kita isi ketika instalasi maka isi file /etc/network/interfaces akan kosong, dan kita harus menginputkannya secara manual. Mungkin bagi user ini tidak masalah, namun ini agak menyulitkan bagi beginner.
Configure Network/etc/network/interfaces



2. Partisi Harddisk
Pada partisi harddisk yang perlu diperhatikan antara lain yaitu apakah kita memiliki partisi windows, jika ya, maka pemilihan metode partisi yang sesuai adalah Manual, sehingga kita bisa melakukan partisi dengan lebih leluasa. Kemudian yang tak kalah penting yaitu memisah partisi /home menjadi partisi yang mandiri. Hal ini perlu dilakukan karena partisi /home digunakan untuk menyimpan semua data user Linux Debian. Untuk yang ini kita bisa memilih metode partisi Separate /home partition.
ManualSeparate /home partition


3. Software Selection
Pada bagian ini, agar instalasi bisa cepat selesai maka sebaiknya semua pilihan software di tidak dipilih. Pada prinsipnya yang perlu diperhatikan saat instalasi adalah paket software paling atas (Graphical Desktop Environment) dan paling bawah (Standard System Utilities). Jika paket paling atas tidak dipilih maka hasil instalasi Linux Debian akan murni berbasis text, dan jika paket paling bawah tidak dipilih maka kita tidak akan bisa menggunakan tools standard dalam manajemen sistem.
4. GRUB Boot Loader
Jika pada komputer kita terdapat lebih dari satu sistem operasi maka pemilihan GRUB Boot Loader adalah MBR. Hal ini diperlukan agar semua OS bisa terbaca ketika sistem booting. Namun grub pada Linux Debian ini masih memiliki bug, sehingga setelah instalasi selesai, pada menu boot loader tidak tampak menu untuk partisi windows. Namun jangan khawatir karena solusinya sangat mudah yaitu:
a. Ketikkan perintah berikut sebagai user root : update-grub.
b. Untuk merubah default OS dan timer booting ke OS default, edit file /etc/default/grub
c. Perhatikan GRUB_DEFAULT=0
0 = Linux Debian
1 = Linux Safe Mode
2 = Other OS (Misalnya Ms. Windows)
Jika ingin menjadikan Ms. Windows sebagai OS default, maka ubahlah GRUB_DEFAULT=2.
d.  Perhatikan GRUB_TIMEOUT="10"
Hal ini berarti jika selama 10 detik kita tidak memilih menu OS yang ada, maka otomatis GRUB akan booting ke dalam OS default.




OKE, I THINK THAT'S ALL I CAN SHARE TO ALL OF YOU. FEEL FREE TO TRY.

***read, and you will know much more***
***IQRO'***

2 comments:

  1. mantap kang, nyimak lan sinau dipek, mengko tak praktekno :)

    ReplyDelete
  2. oke mas bro. thanks dah mampir. kapan2 kopi darat lagi, nyusun strategi buat pemantapan materi. :)

    ReplyDelete