Support us by joining this link

Serunya Berpuasa Di Kampung Halaman

Ramadhan tahun ini terasa berbeda, banyak hal yang kami alami, banyak hikmah yang kami dapatkan. Tidak seperti biasanya, liburan ini kami tidak ke rumah mertua dulu, tapi langsung menuju ke kampung halaman. Dengan harapan kami bisa segera membantu kegiatan orang tua yang sedang sibuk di pasar. Di pasar, orang tua kami berjualan jajanan ringan untuk persiapan sajian lebaran, jadinya, beliau agak kewalahan kalau tidak ada tenaga tambahan.
Malam hari pertama di rumah, kami langsung dihadapkan dengan jajanan yang harus di siapkan untuk dijual esok harinya di pasar. Hal ini biasanya kami manfaatkan untuk saling bertukar cerita tentang segala hal. Hal ini rutin kami laksanakan sampai akhir malam puasa.
Esok harinya, hari pertama membantu berjualan di pasar, kami jadi teringat masa-masa dulu ketika kami empat bersaudara bersama-sama membantu di pasar. Sampai sekarang, kondisi dan situasinya tidak jauh berbeda.


Menjelang lebaran, kedai yang ramai pengunjung pada umumnya adalah kedai baju dan perabot atau segala aksesoris ruang tamu. Yang tak kalah ramainya adalah kedai kami, yaitu kedai jajajnan sajian lebaran. Apalagi kedai kami terletak di tempat yang sangat strategis.
Di sini, yang mengherankan adalah ramainya pengunjung kedai makanan. Meskipun di bulan puasa Ramadhan, kedai ini tetap ramai pengunjung. Ironis sekali ya, kita, Indonesia, yang notabene adalah pemeluk agama Islam terbesar di dunia, tapi ternyata……………………………
Kedai kami biasanya tutup jam 12.30. Meskipun asli kampung sini, tapi ternyata kami tetap merasa kepanasan. Akhirnya ketika sampai di rumah, kami terbiasa tidur di atas lantai. Hal ini terulang sampai hari ke tiga. Hingga pada sore hari, kondisi tubuh mulai terasa drop. Mungkin juga karena efek musim kemarau yang lumayan panas. Setelah berbuka puasa, orangtua meminta kami untuk menemani pak sopir menjemput kakak yang ada di Semarang. Wah….harus cepat minum obat dan banyak istirahat nih.
Ketika bangun sahur, kondisi tubuh sudah baikan. Dan setelah shubuh, kami berdua berangkat ke Semarang. Perjalanan ke semarang cukup lancar, apalagi di temani alunan musik klasik dari player portable yang di bawa pak sopir. Sekitar jam 11-an kami sempatkan beristirahat sejenak di daerah Salatiga. Dan kurang lebih jam 13 kami sampai di tujuan.
Setelah sholat dan istirahat sejenak, kami langsung berangkat balik ke Jawa Timur. Ampun…….badan yang sudah meriang makin meriang nih. Apalagi kami kebagian duduk di jok paling belakang bersandingan dengan semua barang bawaan. Ya sudahlah, terpaksa harus dinikmati alias tidur saja…..
Karena tidur dengan lelapnya, tak terasa sudah jam 9 malam, dan mobil sudah berhenti di depan rumah. Langsung terasa dah efeknya, badan terasa remuk redam. Esok harinya, kami seharian hanya tidur melulu (mumpung ada dispensasi nggak pergi ke pasar). Badan terasa baikan setelah minum obat habis berbuka puasa.
           Dan…tidak terasa akhir bulan Ramadhan sudah tinggal hitungan menit saja. Apa ya yang ada di benak kita? Susah, senang atau…Yah, semoga kita masih bisa menjalankan nikmatnya beribadah di bulan Ramadhan yang akan datang. Amin…

original market pic source here
original ied card source here

No comments:

Post a Comment