Support us by joining this link

Darimanakah sumber THR kita?

Bulan Ramadhan sudah hampir setengah jalan, pertanda sekolah sudah mau liburan. Hmm, kalo menyebut sekolah, jadi ingat tradisi zakat di sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi guru maupun siswa untuk berzakat. Walaupun kenyataannya kadang siswa "dipaksa" untuk berzakat di sekolah.

Ramadhan tahun ini, ada sesuatu yang benar-benar mengganggu nurani. Ceritanya begini. Pihak sekolah membeli beras untuk persiapan stok bagi siswa yang akan berzakat. Sehingga bila siswa ingin berzakat, siswa bisa membeli beras di panitia.

Kemudian, yang jadi permasalahan adalah, sebagian uang dari hasil penjualan beras ini, digunakan untuk membeli bingkisan untuk paket THR guru dan karyawan. Kami sempat berdiskusi dengan orang yang bisa dikatakan faham dengan ilmu fiqih dan dalam hati kecil beliau juga merasa ini menyalahi aturan.
Beliaunya juga pernah berdiskusi langsung dengan panitia/amil zakat. Menurut mereka, uang yang digunakan untuk membeli bingkisan paket THR adalah laba hasil penjualan beras, buka uang zakat siswa. Jadi semisal harga jualnya adalah Rp. 20.000, sedangkan harga beras 2,6 kg adalah Rp. 18.000, maka ada selisih Rp. 2.000. Nah akumulasi selisih inilah yang digunakan untuk membeli paket bingkisan THR.

Yah, meskipun jika dilogika-kan ada benarnya juga amil zakat ini. Namun, hati ini masih merasa ragu dan tidak tenang. Akhirnya, paket bingkisan THR kami berikan kepada tetangga yang kurang mampu. Wallahu a'lam. Mungkin pembaca yang budiman bisa memberikan pendapat?
Original article click [here]

7 comments:

  1. sejak tahun kemarin, tiap dapat beras dari sekolah pasti beras itu saya salurkan ke yang lebih membutuhkan.
    mengenai uang THR, saya kira itu adalah "tabungan" kita sendiri...
    tapi, kalau kasus seperti yang njenengan ceritakan di atas, mending disalurkan lagi ke yang lebih membutuhkan, biar aman dan selamet
    thumb up

    ReplyDelete
  2. pandangan pribadi. CMIIW. (colek miiw).
    panitia "bisnis" beras, dengan mengambil untung dari selisih harga. terus apa bedanya dengan orang jual beras yang kemudian oleh pembeli digunakan untuk zakat?
    tapi karena terlanjur diberikan ke tet

    ReplyDelete
  3. gak iso edit kedisikan klik krim komentar.
    tapi karena terlanjur diberikan ke tetangga ya sudah. berarti pean udah sedekah. :D itu yang baik

    ReplyDelete
  4. Tugase amean ngingetne pihak berwenang pak... ojo sampek keulang maneh koyok ngene2 iki, sakne guru2ne maleh klebonan barang sing gak halal (minimal subhat)...

    ReplyDelete
  5. iyo masbro, mben tak diskusi ama panitia

    ReplyDelete
  6. walah...kok malah koyo ngono...maen2 sama zakat...kuwalat lho...
    seharusnya pihak sekolah harus berani dong menyediakan pos dari kas sekolah untuk THR
    Jadi bener pean, mending berikan pada yang berhak...
    *...lebih baik kita memberi orang lain, dari pada kita memakan hak orang lain...*

    bawah saya mungkin punya pendapat lain...monggo :)

    ReplyDelete
  7. original facebook comment click [here]

    ReplyDelete